..:: Website Resmi KPU SulTeng ::...

Sosialisasi Peraturan KPU Nomor 1 tahun 2013

E-mail Cetak PDF

kpu-sultengprov.go.id,- Bertempat di Ruangan Rapat Kantor  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (15/8/2013), melaksanakan kegiatan sosialisasi Peraturan KPU (PKPU) No. 1 tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD, di ruangan rapat KPUD Sulteng, Palu. Sosialiasasi yang dipimpin oleh Ketua KPU Sulawesi Tengah, Sahran Raden,S.Ag,SH,MH didampingi oleh 4 orang Komisioner KPU Provinsi Sulawesi Tengah lainnya DR. Nisbah, M.Si, Syamsul.Y.Gafur,SH, Naharuddin, SH,MH, dan Ir. Muh. Ramlan Salam, M.Si. Sosialisasi ini diikuti oleh 12 Partai politik peserta Pemilu 2014 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah dan dihadiri juga oleh Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah Ratna Dewi Pettalolo, SH,MH dan Badan Kesbang & Linmas Provinsi Sulawesi Tengah.

Pada kesempatan tersebut Sahran Raden menegaskan, tujuan peraturan perundang-undangan, khususnya Peraturan KPU No. 1 ini, adalah untuk menciptakan keadilan dan ketertiban masyarakat dan keadilan dalam berkampanye.“PKPU dimaksudkan agar setiap orang bertindak tertib secara damai, dan menjamin atas keadilan,” ujarnya.

Sahran Raden menambahkan, setiap warga negara berhak memperoleh informasi yang memadai tentang visi, misi dan program calon anggota DPR, DPD dan DPRD, yang disampaikan melalui kampanye pemilu. Karena itu, semua pemangku kepentingan terutama partai politik diajak bekerja sama menegakkan peraturan kampanye ini, termasuk penegakan hukumnya, agar PKPU dapat berjalan efektif. "Penerapan hukum dari PKPU No. 1 ini harus kita lakukan secara bersama-sama,” iimbau Sahran di hadapan partai politik peserta Pemilu.

Pada Kesempatan yang sama, anggota KPU Divisi Hukum dan Pengawasan, Naharuddin, SH, menjelaskan bahwa kampanye pemilihan umum merupakan kegiatan peserta pemilu untuk meyakinkan para pemilih dengan menawarkan visi, misi serta program kerja maupun informasi lainnya. Prinsip kampanye pemilihan umum 2014 mendatang dilakukan dengan efisien, ramah lingkungan, akuntabel, nondiskriminasi dan tanpa kekerasan. “Jika itu dilakukan, maka pemilu berkualitas dan jurdil akan terwujud,” ujarnya.

Naharudin mengharapkan, partai politik dan calon legislatif nantinya lebih menitikberatkan materi kampanye pada visi, misi dan program kerjanya. “Kompetisi kita tidak lagi didasarkan pada isi isu yang tidak substansial, tetapi lebih disandarkan kepada penguatan program parpol,” terang Naharudin. Menurutnya, kampanye merupakan instrumen penting dan vital bagi proses pendidikan politik, sehingga terhindar dari benturan benturan berbau kekerasan. (Bb/Red)

hack